Bisnis berkembang dengan pesat saat ini. Banyak yang berubah di era modern, dimana bisnis kini melibatkan lebih banyak pihak yang saling menciptakan hubungan Partnership untuk meningkatkan penghasilan masing-masing. Jika dulu produsen hanya fokus pada bagaimana cara untuk memasarkan produknya saja, namun sekarang cara berbisnis tidak hanya sebatas itu saja.

Bisa dibilang bisnis makin merajalela dengan hadirnya internet sebagai media untuk berjualan online. Menjamurnya Online Shop adalah bukti nyata tentang pengaruh besar media komunikasi online, termasuk massive-nya penggunaan media sosial saat ini.

Bisnis Online menghadirkan banyak keuntungan, salah satunya adalah menghemat pengeluaran/biaya tempat. Bayangkan saja, betapa gampangnya orang menjual produk mereka tanpa perlu memiliki toko fisik. Tidak perlu gudang penyimpanan luas dan semuanya itu menjadikan biaya pengeluaran menjadi lebih sedikit.

Tidak berhenti disitu saja, bahkan dengan maraknya Online Shop, peluang mendulang omset berlimpah semakin terbuka lebar. Namun kadangkala ada yang ingin memulai berbinis dengan di hadapkan masalah besar, seperti modal usaha dan kemampuan memproduksi barang.

baca juga : Apa itu Affiliasi?

Masalah tersebut dapat teratasi dengan menjalankan kerjasama usaha dengan pihak lain. Ya, di jaman sekarang muncul sistem Partnership yang sangat menjanjikan. Pernahkah Anda mendengar istilah Dropship dan Reseller? Apakah itu sebenarnya?

 

DROPSHIP

Dropship merupakan sistem pemasaran secara online, dimana pelaku bisnis tidak perlu memiliki toko online dan stok barang sendiri. Orang-orang yang melakukan Dropship ini disebut dengan Dropshipper. Lalu bagaimana Dropshipper berjualan?

Bukankah Dropshipper tidak punya produk sendiri? Pada dasarnya Dropshipper adalah penghubung antara Customer dan Supplier. Dropshipper bekerja dengan memasarkan produk lewat gambar katalog produk dari toko online Supplier.

Ketika ada customer yang tertarik membeli barang tersebut, Dropshipper akan menghubungi Supplier untuk order barang sesuai permintaan Customer. Supplier kemudian mengirimkan barang kepada pembeli dengan mengatasnamakan identitas Dropshipper sebagai penjual produk.

Informasi nama pengirim dan alamat di Packing produk tercantum nama Dropshipper. Keuntungan Dropshipper berasal dari harga jual barang yang dia tawarkan. Biasanya Dropshipper akan menaikkan harga dari harga asli produsen.

baca juga : Tips rahasia sukses bisnis Dropship

 

RESELLER

Reseller berbeda dengan Dropship. Reseller berasal dari kata ‘Re’ dan ‘Seller’ yang berarti “menjual kembali”. Maksudnya, Reseller adalah pelaku bisnis yang membeli produk dengan jumlah tertentu pada Supplier/produsen, lalu menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi dengan tujuan mencari keuntungan dari selisih harga beli dengan harga jual produk dari Supplier.

Menjadi Reseller membutuhkan modal yang relatif besar, lain dengan Dropship yang hanya membutuhkan kuota internet dan gambar produk saja untuk promosi. Tapi keuntungan dari sistem Reseller ini juga tinggi.

Seorang Reseller membutuhkan stok barang dan mendapatkannya dengan membeli dari produsen langsung. Reseller bebas menjual kembali barang itu dengan harga yang ditetapkan sendiri. Dari segi penjualan, Reseller lebih cepat dalam merespon order dari customer, sebab dia mempunyai stok barang.

Kapanpun barang dapat dikirim pada pembeli. Sementara pada sistem Dropship, para Dropshipper perlu melakukan konfirmasi pada Supplier tentang ketersediaan barang terlebih dahulu, sehingga prosesnya lebih lama untuk melayani customer yang memesan produk.

baca juga : Keuntungan bisnis Dropship dan Reseller

[video_lightbox_youtube video_id=”ukfWISq-Zcs” width=”640″ height=”480″ anchor=”https://i.imgur.com/Lia78P9.png”]

Follow Me

RetroClass

Owner at RetroClass
Entrepreneur, Designer, Distributor, Clothing Seller of RetroClass (Distro Kaos Retro).
RetroClass
Follow Me

Latest posts by RetroClass (see all)